Baca Wajah Baca Karakter

Peta sukses , ternyata bisa dibaca melalui ekspresi wajah . Karena dari wajahlah, ekspresi karakter seseorang bisa terpancar (terdeteksi). Sekalipun seseorang yang terlahir kembar, jika ditilik secara cermat, tetap ada perbedaan.

Baca Wajah Baca Potensi

Dalam program ini Rumah Bintang memberikan analisa lewat ekspresi wajah yang terdeteksi,untuk bisa melihat minat dan bakat.

Baca Wajah Baca Posisi Pekerjaan

Hasil analisa dalam program ini bisa dipakai untuk membantu memetakan posisi pekerjaan yang tepat untuk memaksimalkan potensi seseorang. Sehingga produktifitas dalam sistem managemen bisa lebih optimal. Pemetaan ini bisa terdeteksi lewak ekspresi wajah,dengan membaca karakteristiknya.

Jumat, 25 Mei 2012

Si Kecil Masih Cengeng?


Si kecil anda masih cengeng? Tapi batita (bawah tiga tahun) , masih wajar kalau sering cengeng dan menangis, meskipun hanya karena hal-hal sepele. Tahu nggak Bunda, menurut sebuah penelitian : sebelum usia 12 tahun, frekuensi tangisan anak perempuan dan anak laki-laki adalah sama. Jadi , jangan dimarahi anak laki-laki yang menangis.

Mengapa cengeng?
- Karena menangis adalah satu-satunya cara untuk mengungkapkan perasaan batita anda. Mereka masih belum memiliki perbendaharaan kata yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya. Jadi, frekuensi tangisnya akan berkurang dengan sendirinya ketika kosa katanya semakin bertambah.

- Bisa karena sikap kita sebagai orangtua. Misalnya saat si kecil terjatuh atau terluka, kita bersikap berlebihan saat dia menangis.
- Bisa jadi karena si kecil memang anak yang peka dan sensitif. Kepribadian seperti pemalu, sikap ramah, sikap agresif, memang dibawa sejak lahir. Anak yang sensitif, juga bisa peka terhadap suara, cahaya dan sentuhan.
- Semua anak batita, menjalani hidupnya dengan tegang. Apalagi anak yang peka dan sangat sensitif ? Misalnya ketika dia terjatuh, tidak berusaha untuk berdiri, tapi semakin tenggelam dengan tangisannya.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?
1. Jangan malah menertawakan ketika si kecil kesakitan dan tertawa
2. Berikan pengertian dan empati pada anak. Bangunlah rasa percaya dirinya. Jadi dukung selalu prestasi dan sikapnya yang baik. Bukan mendukung tangisannya. Menangis tidak perlu dihukum atau diberi hadiah.
3. Bantulah anak untuk mengganti tangisannya dengan kata-kata. Ajari anak untuk mengekspresikan perasannya lewat kata-kata. Anak yang peka, akan mudah menangkap kecemasan, kemarahan dan emosi kita.
4. Kritiklah anak hanya jika sangat perlu. Jangan mengkritik usahanya yang baik, bahkan jika hasil usahanya tidak sempurna. Misalnya air minumnya berceceran, jangan marah. Namun mintalah bantuannya untuk membersihkan ceceran air tersebut.
5. Ajari anak disiplin dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Jangan mengatakan dia anak yang "cengeng". Karena label ini akan bertahan selama bertahun-tahun.

Ingatlah Bunda/ Ayah, setiap tangisan anak itu ada maknanya. Jangan sekali-kali beranggapan tangisan anak kosong makna. Berikan respon pada setiap tangisannya. Paling tidak, dengan menghampirinya. bukan saja demi kepercayaan dirinya. Tapi juga demi kemungkinan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

(Buku: Memahami si Buah Hati)

Kalau Bayi ANda Susah Tidur


BALITA Anda susah tidur? banyak faktor yang menjadi penyebab anak atau balita kita susah tidur. Padahal, kebutuhan manusia akan tidur seharusnya bisa tercukupi agar produktivitas tidak terganggu.
Jadi jika balita Anda sulit tidur, sering terbangun di malam hari atau bangun terlalu pagi, itu wajar. Namun, kurangnya perhatian orangtua membangun kebiasaan tidur yang cukup, menyebabkan anak-anak di wilayah perkotaan di beberapa negara mengalami gangguan tidur.
Sebuah penelitian mengungkap 23,5 persen anak usia 2–6 tahun di Beijing, China mengalami gangguan tidur. Sekitar 20 persen anak usia tiga tahun di Swiss terbangun setiap malam, sedangkan di Amerika Serikat (AS) 84 persen anak usia 1–3 tahun menderita gangguan tidur menetap. Kebanyakan anak-anak tersebut sulit tidur pada malam hari dan sering terbangun ketika tidur malam hari.
Gangguan tidur pada bayi baru lahir ditandai perilaku rewel bayi saat jam tidur. Kondisi ini terjadi karena di masa kehamilan, sang ibu mengalami stres, cemas, dan depresi. Hormon stres yang dikeluarkan sang ibu mengganggu perkembangan otak janin.
Yang bisa dicoba untuk membuat bayi tidur dengan nyaman di antaranya mandikan bayi dengan air hangat dan ajak main sebentar sebagai awal penurunan intensitas aktivitas sebelum tidur, putar lagu atau nyanyikan lagu pengantar tidur, serta beri ciuman sebelum dia tidur dan biarkan dia tidur dengan mainan favoritnya. Jika anak tidak segera tertidur, tetaplah tenang dan rileks. Baringkan anak Anda, belai dengan lembut, lalu tinggalkan kamarnya. Tunggu selama lima sampai sepuluh menit sebelum Anda kembali, karena dia memanggil. Apabila anak terbangun di malam hari, lakukan hal yang sama,dengan meminimalkan bicara, suara, dan cahaya. Baringkan saja lagi dia dengan lembut, namun tegas.

Nutrisi Tepat Untuk Pertumbuhan Otak


Pada awal kehamilan atau 17 hari setelah hamil, otak mulai terbentuk. Asupan zat gizi adalah faktor utama yang berperan meningkatkan kecerdasan otak secara optimal. Otak dibentuk oleh lemak, sedangkan sel saraf dibentuk oleh protein. Beberapa nutrisi sangat berperan penting dalam menentukan tingkat kecerdasan anak.

Protein. 
Protein berfungsi untuk pertumbuhan sel dan fungsi otak serta perlindungan terhadap infeksi. Sedangkan asam amino berperan sebagai neurotransmitter atau bahan zat pengantar ransang saraf, dan mempengaruhi perilaku, seperti emosi, kontrol diri dan konsentrasi.

Asam amino esensial 
adalah jenis asam amino yang dibutuhkan tubuh namun tubuh justru tidak dapat memproduksi sendiri dan diperoleh dari asupan makanan, contohnya antara lain adalah cystine dan lysine.

Lemak. 
Secara kimia, otak yang banyak mengandung lapisan membrane lemak. Agar otak dapat berfungsi dengan baik diperlukan asam lemak omega 3 dan omega 6. Penelitian dari Bagian Gizi Masarakat Universita Indonesia juga memberikan kesimpulan bahwa asam lemak omega 3 dan omega 6 yang terapat di dalam ASI, minyak ikan, dan ikan mempunyai perannan penting dalam meningkatkan kecerdasan anak.
Omega 3. Asam alfa linoleat termasuk dalam kelompok asam lemak tidak jenuh ganda rantai panjang (Long Chain Polyunsaturated Fatty Acid = LCPUFA) . LCPUFA merupakan pembuat utama sistem saraf. Kekurangan (defisiensi) Omega 3 akan menyebabkan adanya gangguan pada sistem penglihatan, daya ingat, gangguan perilaku dan kekebalan tubuh. Omega 3 terdapat pada brokoli, bayam, daun selada, unggas, dan beberapa jenis ikan, seperti tuna, salmon, sardin, mackerel, dan herring.
Omega 6. Merupakan LCPUFA. Omega 6 diubah menjadi asam arakhidonat (AA). AA berfungsi sebagai pengantar rangsang antarsel saraf dan membantu perkembangan otak. Omega 6 dapat ditemui pada minyak kedelai.

Karbohidrat.
 Karbohidrat merupakan sumber zat tenaga atau energi. Energi sangat dibutuhkan otak sebagai sumber energi sel-sel otak dan pembentukan kabel saraf otak untuk proses berpikir. Karbohidrat juga berperan untuk menangkap dan menyimpan data dalam memori otak. Sumber karbohidrat mudah ditemui di bahan makanan pokok, seperti nasi, roti, gandum, dan biskuit.

Vitamin.
 Vitamin berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dan balita serta pembentukan dan pengembangan fungsi sel-sel otak, seperti peran Vitamin A dalam membantu pembentukan dan pertumbuhan sel saraf. Vitamin A banyak terdapat pada wortel, hati sapi, hati ayam, jeruk, dan bayam.
Begitu juga dengan Vitamin B6 yang berperan dalam membantu proses metabolisme asam amino (protein) yang merupakan salah satu komponen pembentuk otak. Proses pembentukan neurotransmitter juga dibantu oleh vitamin ini.
Vitamin B9 atau yang lebih dikenal dengan asam folat juga sangat berperan mencegah kelainan seperti otak tidak berkembang (anensefali). Beberapa bahan makanan yang mengandung asam folat adalah hati sapi, bayam, brokoli, pisang, susu, gandum, kuning telur ayam, jus jeruk dan kacang almond. Vitamin lainnya yaitu vitamin c juga berperan sebagai pembentuk neurotransmitter.
Mineral. Mineral adalah unsur pelengkap yang membantu pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Jenis-jenis mineral yang dibutuhkan untuk perkembangan otak adalah sodium, potasium, kalsium, besi, seng, yodium dan klorida. Sebut saja sodium, potasium dan kalsium berperan dalam proses neurotransmitter antara satu sel dengan sel saraf lain, termasuk sel otak.
Mineral lain, yaitu zat besi (Fe) berfungsi untuk pembentukan myelin (selaput lemak pelindung akson). Zat besi juga berguna untuk kecepatan penghantar saraf, pemrosesan informasi dan kecerdasan

Apa Yang Harus Dilakukan Jika Anak Kita Pemalu


Beberapa anak pada dasarnya memang terlahir pemalu. Itulah yang dikatakan Marilyn Greene, spesialis anak usia dini di Agoura Hills, California. Nyatanya, memang ada gen pemalu yang diwariskan. Meskipun ia tidak harus menjadi pemberani, Anda harus tetap mendorongnya untuk mengatasi rasa malunya dan membuatnya keluar dari ‘tempurung’-nya. Inilah beberapa cara yang bisa Anda coba:

- Cukup melambai. Itulah pilihan yang ditawarkan Deborah Skolnik, staf Parenting AS pada putrinya, Genie (5), kalau dia bertemu dengan orang baru. “Saya bilang padanya kalau ia tidak harus mengatakan apa-apa, dan cukup memberi lambaian tangan,” katanya. “Biasanya, hal itu membantunya menjadi lebih terbuka.”

- Libatkan dia. Sesudah memperkenalkan dia pada seseorang, libatkan dalam percakapan. Setelah melalui ‘pemanasan’, umumnya rasa malunya sudah jauh berkurang.

- Lakukan persiapan. Sebelumnya, berikan sedikit gambaran tentang siapa saja yang akan ia temui dan seperti apa mereka. Dengan cara itu, orang-orang baru tersebut tidak akan menjadi orang yang sama sekali asing baginya.

- Biarkan ia mengikuti orang lain. Di restoran, biarkan ia mendengarkan yang lain memesan sesuatu. Ia juga akan memesan makanan, misalnya, kalau ia melihat hal itu mudah saja dilakukan.

- Jangan memaksa. “Hal itu justru bisa berbalik,” kata Greene. Setiap paksaan akan membuatnya semakin menarik diri. Jadi, sebaiknya Anda membujuknya dengan lembut. Tapi, kalau rasa malunya sudah mempengaruhi kemampuan belajar atau bertemannya, coba konsultasikan pada psikolog anak. ~ Jennifer Kelly Geddes

Perlu Nggak Memberi Hukuman Pada Anak?


Sebuah penelitian dari University of New Orleans, AS, menyimpulkan tiga hukuman untuk anak berikut ini adalah yang paling efektif dibandingkan memukul, yaitu:

1. Mendiamkan atau memberikan mereka waktu sendiri untuk merenungi kesalahannya. Setelah itu, baru ajak dia mengobrol menanyakan apa alasan anak berulah.

2. Memberikan anak tugas rumah tambahan.

3. Tidak memperbolehkan anak melakukan aktivitas favoritnya untuk sementara. Misalnya, tak diizinkan bermain internet dan menonton teve selama seminggu.

Kekerasan memang bukan solusi terbaik. Sebab, meski orang tua hanya sesekali memukul anak, tetap saja dapat membuat anak cenderung mudah stres dan tidak percaya diri.

"Kuncinya adalah konsistensi. Memberikan hukuman fisik, bagi Anda mungkin cukup keras sehingga si kecil bisa menghentikan kenakalannya. Tapi, cara itu justru bisa menimbulkan masalah yang lebih besar. Lebih baik menggunakan tipe untuk mendisiplinkan anak dan fokus pada konsistensi," kata Dr. Paul Frick, salah satu pengajar dariUniversity of New Orleans, AS.

Pada penelitian ini, Dr. Frick dan tim peneliti mengamati dampak dari kekerasan fisik pada 98 anak. Dampaknya ternyata lebih banyak negatifnya. Pelajaran yang didapat anak justru, jika sedang marah pada seseorang, kita diperbolehkan untuk memukul.

"Kuncinya adalah memiliki beragam bentuk hukuman yang tergantung pada usia anak. Pada anak yang masih di bawah 5 tahun, lebih baik diberi hukuman dengan mendiamkannya. Sedangkan bagi anak yang berusia di atas lima tahun, akan lebih baik jika diberi hukuman tambahan tugas rumah dan tidak diizinkan melakukan aktivitas favorit anak untuk sementara. Tiga cara ini cukup efektif dan tanpa menyakiti anak-anak," ujar Frick, lewat hasil penelitian ini dimuat dalam 'Journal of Applied Developmental Psychology'.

Resep Anak Cerdas


Memang tidak ada resep tunggal untuk membuat anak memiliki nilai IQ (Intelligence Quotient) yang tinggi. Terlebih saat ini banyak pendidik yang juga selalu menekankan pentingnya Emotional Quotient (EQ) tak hanya IQ sebagai bekal anak untuk jadi pribadi yang matang saat dewasa.

Berikut adalah beberapa cara untuk mencetak anak cerdas seperti dikutip dari thedailybeast.com

1. Jauhi Anak dari Kebiasaan Nonton TV

Sebanyak 30 persen anak-anak di bawah usia 2 memiliki televisi di kamar tidurnya. Dan 59 persen anak-anak berusia di bawah 2 tahun menonton TV dua jam sehari.

Manfaat menonton TV bagi bayi tidak diketahui, namun TV diketahui merusak keterampilan mental dan menyia-nyiakan waktu untuk perkembangan otak yang seharusnya dihabiskan dengan cara berbicara dengan orang lain.

2. Beri anak Air Susu Ibu (ASI)

Anak berusia enam tahun yang diberi ASI terus menerus ketika bayi, skor tes IQ-nya 5 persen lebih tinggi daripada anak 6 tahun yang tidak mendapat ASI.
Kesimpulan ini didasarkan pada penelitian yang diikuti oleh dua kelompok ibu di Belarusia baru dan anak-anaknya.

Hal pertama yang dapat dilakukan seorang Ibu untuk membesarkan anak cerdas adalah dengan cara menyusui. Manusia memiliki persentase lemak lebih besar dibandingkan dengan susu sapi yang dibutuhkan untuk melindungi sel-sel otak.

3. Belajar musik

Anak-anak yang memainkan piano atau alat musik gesek mendapat skor keterampilan verbal 15 persen lebih tinggi daripada anak yang tidak memainkan alat musik.

Penelitian yang menghasilkan pernyataan ini melibatkan siswa dari area musik Boston dan sekolah umum. Usia rata-rata siswa adalah 10 tahun dan beberapa di antaranya pernah belajar musik setidaknya selama tiga tahun.

4. Belajar mengendalikan diri atau sabar
Anak-anak yang mampu menunda kepuasan 15 kali lebih lama daripada teman-temannya dan lebih sabar mendapat skor 210 poin lebih tinggi pada SAT (Scholastic Assessment Test).

Anak-anak yang bisa menunggu 15 menit sebelum makan kue pertama mencetak 210 poin lebih tinggi pada tes SAT nya daripada yang tidak bisa menunggu lebih dari satu menit. Jenius tidak banyak berkaitan dengan IQ, tapi berkaitan dengan fungsi eksekutif.

5. Penuhi rumah dengan buku
Anak yang dibesarkan di sebuah rumah berisi setidaknya 500 buku memiliki kemungkinan lulus SMA 36 persen lebih tinggi dan 19 persen lebih mungkin lulus dari perguruan tinggi daripada anak yang dibesarkan di rumah yang hanya berisi beberapa atau bahkan tidak menyimpan buku.

Orangtua yang suka membaca menunjukkan kepada anak-anaknya bahwa membaca adalah kegiatan yang menarik, menyenangkan, dan bermanfaat.

6. Hindari kegemukan pada anak
Anak gemuk mendapat skor 11 persen lebih rendah pada tes membaca daripada anak dengan berat badan normal.

Ilmuwan di Temple University menemukan siswa sekolah menengah yang mengalami kelebihan berat badan memiliki prestasi lebih rendah daripada teman-teman sebayanya yang memiliki berat badan normal, serta lebih sering tidak masuk dan terlambat datang sekolah.

7. Ikut program prasekolah

Anak yang mengikuti program prasekolah 52 persen lebih mungkin lulus SMA daripada yang tidak mengikuti program prasekolah.

Pada usia 27 tahun, kelompok prasekolah lima kali lebih banyak yang memiliki rumah sendiri daripada kelompok non-prasekolah. Pada usia 40, kelompok non-prasekolah ditangkap atas tuduhan narkoba delapan kali lebih banyak dibandingkan alumni prasekolah, dan dua kali lebih sering melakukan serangan fisik.

8. Perbanyak anak mendengar kosakata baru
Anak-anak dalam keluarga penerima bantuan sosial mendengar kata-kata hampir empat kali lebih sedikit per tahunnya daripada anak-anak dari keluarga kelas profesional.

Para peneliti mengungkapkan bahwa semakin banyak kata-kata yang didengar, semakin besar kosakata dan semakin tinggi prestasi akademik.

9. Belajar bahasa asing
Anak-anak yang mempelajari bahasa asing selama dua tahun mendapat skor SAT 14 persen lebih tinggi daripada anak-anak yang tidak pernah mempelajari bahasa asing.

Nilai verbal siswa yang mempelajari bahasa asing selama empat atau lima tahun lebih tinggi daripada skor verbal siswa yang mempelajari pelajaran lain selama empat atau lima tahun

10. Batasi permainan game komputer atau video game
Siswa yang menghabiskan lebih dari dua jam sehari bermain komputer dan video game mendapat skor ujian sekolah 9,4 persen lebih rendah daripada siswa yang tidak lagi memainkan game semacam itu.

Bermain videogame berlebihan dapat mengganggu sekolah seperti halnya kegiatan lain yang dilakukan berlebihan semisal membaca untuk kesenangan, bermain di luar, tidur, atau berinteraksi langsung dengan teman dan keluarga.

Awas Dampak Negatif Siaran TV Pada Anak


Kecemasan orangtua terhadap dampak menonton televisi bagi anak-anak memang sangat beralasan, mengingat bahwa banyak penelitian menunjukkan televisi memang memiliki banyak pengaruh baik negatif maupun positif. Yang dikhawatirkan dari kalangan orang tua adalah anak-anak yang belum mampu membedakan mana yang baik dan buruk serta mana yang pantas dan tidak pantas, karena media televisi mempunyai daya tiru yang sangat kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak-anak

Namun demikian harus diakui bahwa kebutuhan untuk mendapatkan hiburan, pengetahuan dan informasi secara mudah melalui televisi juga tidak dapat dihindarkan. Televisi, selain selalu tersedia dan amat mudah diakses, juga menyuguhkan banyak sekali pilihan, ada sederet acara dari tiap stasiun televisi, tinggal bagaimana pemirsa memilih acara yang dibutuhkan, disukai dan sesuai dengan selera.

Banyak hal yang belum diketahui oleh seorang anak usia dasar, oleh karena itu kalau tidak ada yang memberi tahu ia akan mencari sendiri dengan mencoba-coba dan meniru dari orang dewasa. Apakah hasil percobaan maupun peniruannya benar atau salah, anak mungkin tidak tahu. Di sinilah tugas orangtua untuk selalu memberi pengertian kepada anak, secara konsisten. Kebingungan anak karena standar ganda yang diterapkan orangtua juga bisa teratasi kalau orangtua memberi penjelasan kepada anak.

 Jika rata-rata menonton televisi 4 jam dalam sehari, berarti setahun sekitar 1.400 jam atau 1.800 jam, sampai seorang anak lulus SLTA. Padahal waktu yang dilewatkan anak-anak untuk sekolah mulai dari TK sampai SLTA hanya 13.000 jam. Hal ini berarti anak-anak meluangkan lebih banyak waktu untuk menonton televisi dari pada ntuk kegiatan apapun, kecuali tidur.

DailyMail mengungkapkan hasil sebuah penelitian yang dilakukan terhadap 6.000 orang, termasuk 3.000 orang tua di Inggris, tentang dampak negatif televisi bagi anak.  Satu dari enam orangtua berpendapat, terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar merupakan penyumbang utama terhadap masalah komunikasi. Di Inggris, masalah ini mengganggu perkembangan komunikasi pada sedikitnya satu juta anak.

Kalaupun tidak sempat mendampingi anak, orangtua sebaiknya menyeleksi program televisi mana yang benar-benar cocok untuk anak. Sebelum anak diijinkan untuk menonton program televisi tertentu, orangtua sudah mengetahui program tersebut cocok atau tidak untuk anak, jadi orangtua sudah pernah terlebih dulu menonton program tersebut dan melakukan evaluasi.

Kamis, 24 Mei 2012

Pujian Positif Yang Membangun


Memuji anak dengan benar  penting sekali untuk pengembangan perilaku positi f  . Ini cara yang bagus untuk mendorong perilaku masa depan yang lebih membangun. Ketika  memberikan  pujian itu berarti Anda merangsang  anak  memberikan umpan balik positif, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan. Katakan kalau anak anda melakukan sesuatu yang menyenangkan.
Pujian tidak hanya dilakukan dengan kata-kata yang menyemangati semisal kamu hebat,bagus baik dan lainnya,tetapi juga bisa juga ditunjukkan dengan senyuman penuh kasih saying,pelukan dan belaian tulus.
Dan sebaiknya juga kita selalu bisa memberikan apresiasi yang baik setiap anak kita melakukan hal-hal hebat sebagai bekal kepercayaan diri di masa mendatang.

Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan :

1.Berkomunikasilah secara positif

Kalau kita ingin anaknya belajar bukan bilangnya "Jangan malas-malas". Tapi akan lebih baik jika mengatakan "Ayo dong semangat belajar".

2. Hindari membandingkan dengan adik, kakaknya atau dengan anak lain.

Jangan membandingkan dengan yang lain, tapi bandingkan dengan kemajuan yang diperoleh buah hati. 

3. Dorong anak untuk ikut kompetisi.

Anak yang berusia 5-8 tahun lagi senang-senangnya berkompetisi karena dari segi kognotifnya lagi senang-senangnya untuk menunjukkan kebisaannya dan kemampuan yang dimilikinya. Tapi kalau sudah 12 tahun keinginan untuk berkompetisi turun. Jadi kalau ingin membentuk anak yang hebat, ajaklah berkompetisi sejak kecil.

4. Hindari memotong pembicaraan.

Seringkali dilakukan orangtua yang tidak sabar mendengarkan dan selalalu menyalahkan. Yang harus dilakukan adalah mendengarkan terlebih dahulu dengan penuh perhatian. Anak juga ingin dihargai pendapatnya. Jika ini dilakukan bisa melatih anak berani mengemukakan pendapat, atau gagasan yang dimilikinya.

 

Baca Wajah Baca Posisi Pekerjaan


Hasil analisa dalam program ini bisa dipakai untuk membantu memetakan posisi pekerjaan yang tepat untuk memaksimalkan potensi seseorang. Sehingga produktifitas dalam sistem managemen bisa lebih optimal. Pemetaan ini bisa terdeteksi lewak ekspresi wajah,dengan membaca karakteristiknya.
Program ini bukanlah RAMALAN, tetapi kepiawaian dalam membaca kunci-kunci informasi yang tersirat dari wajah seseorang dan bersumber dari sang Pencipta.

Informasi 
Ibu Lia   : 0343 8464554 
Bp Dian : 0343 8478123                             

Baca Wajah Baca Potensi


Dalam program ini Rumah Bintang memberikan analisa lewat ekspresi wajah yang terdeteksi,untuk bisa melihat minat dan bakat. Sehingga dalam menentukan pilihan penjurusan dalam studi,atau bakat seseorang bisa lebih optimal dan terarah. Analisa ini cocok untuk para siswa SMP,SMA,UNIVERSITAS atau siapa saja yang ingin melejitkan potensi diri lebih Optimal

Baca Wajah Baca Karakter

Peta sukses , ternyata bisa dibaca melalui ekspresi wajah . Karena dari wajahlah, ekspresi karakter seseorang bisa terpancar (terdeteksi).  Sekalipun seseorang yang terlahir kembar, jika ditilik secara cermat, tetap ada perbedaan.

Program Baca Wajah Baca Karakter adalah salah satu program layanan Rumah Bintang dalal meneropong potensi ananda dan mengawalnya melalui treatment (perlakuan) yang sesuai, sehingga perjalanan belajar ananda menjadi kondusif. Hal ini disinyalir, karena kita bisa memetakan kecerdasan majemuk dan gaya belajar ananda dari peta wajahnya. Ini berarti potensi kecerdasan majemuk ananda tergali sejak dini dan dikemas dalam gaya belajar yang tepat.

Hanya dengan mengirimkan foto saja kami akan melihat ekspresi wajah sehingga mampu terdeteksi potensi dan hambatan putra-putri kita. Dan Didalam hasil analisa kami juga sertakan tabel kecerdasan sebagai panduan yang efektif dalam proses membangun karakter positif ananda

Mendeteksi Sikap Percaya Diri ANak


Kepercayaan diri adalah salah satu kunci utama untuk sukses dalam hidup. Perkembangan positif konsep diri  yang sehat sangat penting bagi kebahagiaan dan kesuksesan anak-anak dan remaja.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More