Apakah tingkah laku si kecil berbeda dibanding teman-teman sebayanya?
Apakah tingkah si kecil selalu bikin jengkel , tidak mau diam ketika teman-teman lain mengerjakan tugas?
Yuk, kita deteksi gangguan perilaku si kecil sejak dini. Ada beberapa ciri anak-anak yang "bermasalah".
1. Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas.
ciri-cirinya:
- gejala inatensi: anak tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik. Misalnya , ketika di sekolah, anak tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik atau tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.
- gejala impulsif: melakukan tindakan tanpa dipikirkan lebih dulu, jadi kesannya terburu-buru. Cirinya pada anak, bicaranya yang cenderung cepat, dan tak bisa dihentikan.
- gejala hiperaktif: anak yang tidak bisa diam. fakta: sebanyak 40% anak hiperaktif akan sembuh sebelum usia 12 tahun. Tapi sisanya akan menetap sampai dewasa. Karena orangtua terlambat mendeteksi gangguan tersebut. PAdahal, gangguan ini bisa di deteksi sejak sejak dini. Saat bayi, anak sensitif terhadap cahaya, suara, temperatur, perubahan lingkungan, kurang tidur, sering rewel. Ternyata sekitar 20% anak SD mengidap gangguan ini, dan jumlah anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan.
Apakah tingkah si kecil selalu bikin jengkel , tidak mau diam ketika teman-teman lain mengerjakan tugas?
Yuk, kita deteksi gangguan perilaku si kecil sejak dini. Ada beberapa ciri anak-anak yang "bermasalah".
1. Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas.
ciri-cirinya:
- gejala inatensi: anak tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik. Misalnya , ketika di sekolah, anak tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik atau tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.
- gejala impulsif: melakukan tindakan tanpa dipikirkan lebih dulu, jadi kesannya terburu-buru. Cirinya pada anak, bicaranya yang cenderung cepat, dan tak bisa dihentikan.
- gejala hiperaktif: anak yang tidak bisa diam. fakta: sebanyak 40% anak hiperaktif akan sembuh sebelum usia 12 tahun. Tapi sisanya akan menetap sampai dewasa. Karena orangtua terlambat mendeteksi gangguan tersebut. PAdahal, gangguan ini bisa di deteksi sejak sejak dini. Saat bayi, anak sensitif terhadap cahaya, suara, temperatur, perubahan lingkungan, kurang tidur, sering rewel. Ternyata sekitar 20% anak SD mengidap gangguan ini, dan jumlah anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan.






















