Baca Wajah Baca Karakter

Peta sukses , ternyata bisa dibaca melalui ekspresi wajah . Karena dari wajahlah, ekspresi karakter seseorang bisa terpancar (terdeteksi). Sekalipun seseorang yang terlahir kembar, jika ditilik secara cermat, tetap ada perbedaan.

Baca Wajah Baca Potensi

Dalam program ini Rumah Bintang memberikan analisa lewat ekspresi wajah yang terdeteksi,untuk bisa melihat minat dan bakat.

Baca Wajah Baca Posisi Pekerjaan

Hasil analisa dalam program ini bisa dipakai untuk membantu memetakan posisi pekerjaan yang tepat untuk memaksimalkan potensi seseorang. Sehingga produktifitas dalam sistem managemen bisa lebih optimal. Pemetaan ini bisa terdeteksi lewak ekspresi wajah,dengan membaca karakteristiknya.

Sabtu, 26 April 2014

Tim Rumah Bintang Konseling Menjadi Finalis Pembawa Perubahan di Bidang Edukasi

        
        Puji syukur yang tak terhingga dan ucapan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Program Rumah Bintang Konseling dan Analisa Baca Wajah Baca Karakter (https://www.facebook.com/pages/Baca-Wajah-Baca-Karakter/241178302629098 ). Sehingga Ibu Aulia dan Tim Rumah Bintang mendapat kesempatan menjadi Finalis Kartini Next Generation Awards 2014 , telah memberikan inovasi di bidang edukasi.  Penghargaan ini diselenggarakan oleh Kementrian Kominfo dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tanggal 22 April 2014 di Hotel Bidakara Jakarta .


        Program dari Rumah Bintang Konseling memberikan kesempatan kepada para orangtua di seluruh Indonesia untuk mengetahui dan memahami karakter,bakat dan potensi kecerdasan anak sedini mungkin. Mulai usia 3 tahun, orangtua bisa membantu mengembangkan potensi anak.
      Ada 9 kecerdasan (Multiple Intelligents)  yang sudah kita ketahui, bukan tidak mungkin ananda mempunyai 3 atau 7 kecerdasan sekaligus. Sibak kecerdasan ananda, kembangkan kecerdasan yang dimiliki semaksimal mungkin. Kelak prestasinya akan muncul berderet. Dan Indonesia akan lebih cemerlang di tahun-tahun mendatang. Semangat terus anak Indonesia !





    

Sabtu, 22 September 2012

GANGGUAN PERILAKU ANAK , TERNYATA BISA DIDETEKSI SEJAK BAYI

Apakah tingkah laku si kecil berbeda dibanding teman-teman sebayanya?
Apakah tingkah si kecil selalu bikin jengkel , tidak mau diam ketika teman-teman lain mengerjakan tugas?
Yuk, kita deteksi gangguan perilaku si kecil sejak dini. Ada beberapa ciri anak-anak yang "bermasalah".
1. Gangguan Pemusatan Perhatian dengan Hiperaktivitas.
ciri-cirinya:
- gejala inatensi: anak tidak dapat memusatkan perhatian dengan baik.  Misalnya , ketika di sekolah, anak tidak mampu menyerap pelajaran dengan baik atau tidak bisa mengerjakan soal ujian dengan baik.
- gejala impulsif: melakukan tindakan tanpa dipikirkan lebih dulu, jadi kesannya terburu-buru. Cirinya pada anak, bicaranya yang cenderung cepat, dan tak bisa dihentikan.
- gejala hiperaktif: anak yang tidak bisa diam. fakta: sebanyak 40% anak hiperaktif akan sembuh sebelum usia 12 tahun. Tapi sisanya akan menetap sampai dewasa. Karena orangtua terlambat mendeteksi gangguan tersebut. PAdahal, gangguan ini bisa di deteksi sejak sejak dini. Saat bayi, anak sensitif terhadap cahaya, suara, temperatur, perubahan lingkungan, kurang tidur, sering rewel. Ternyata sekitar 20% anak SD mengidap gangguan ini, dan jumlah anak laki-laki lebih banyak daripada anak perempuan.


Sabtu, 28 Juli 2012

Cara Meningkatkan Konsentrasi Pada Anak


Memasuki Sekolah Dasar, si kecil sudah mulai belajar tentang konsentrasi di pelajaran sekolah. Nah, bagaimana cara meningkatkan konsentrasi pada anak supaya prestasi belajarnya bagus? Berikut panduannya.
1. Pilihlah tempat yang tenang di rumah untuk melakukan kegiatan belajar. Televisi, radio, game,dan suara manusia hanya akan mengalihkan perhatian anak . Duduklah di dekatnya untuk memberika semangat.
2. Jika anda ingin dia melakukan sesuatu, sebutkan namanya di awal kalimat dan buatlah kontak mata dengannya.Cara ini bisa menarik perhatian anak dan membuatnya lebih responsif terhadap permintaan anda.
3. Pastikan untuk menghilangkan gangguan-gangguan seperti mainan, atau saudara yang diperkirakan akan mengganggu.
4. Saat anda mengatakan sesuatu yang penting kepada anak, mintalah untuk mengulanginya kembali untuk menekankan inti ucapan anda. Mendekati anak saat berbicara padanya, adalah salah satu cara yang baik.

Jangan lupa untuk memberi penghargaan kepada si kecil, ketika dia sudah bisa berkonsentrasi dengan baik dan sesuai dengan harapan anda. Selamat menemani si kecil belajar !

Jumat, 25 Mei 2012

Si Kecil Masih Cengeng?


Si kecil anda masih cengeng? Tapi batita (bawah tiga tahun) , masih wajar kalau sering cengeng dan menangis, meskipun hanya karena hal-hal sepele. Tahu nggak Bunda, menurut sebuah penelitian : sebelum usia 12 tahun, frekuensi tangisan anak perempuan dan anak laki-laki adalah sama. Jadi , jangan dimarahi anak laki-laki yang menangis.

Mengapa cengeng?
- Karena menangis adalah satu-satunya cara untuk mengungkapkan perasaan batita anda. Mereka masih belum memiliki perbendaharaan kata yang cukup untuk mengungkapkan perasaannya. Jadi, frekuensi tangisnya akan berkurang dengan sendirinya ketika kosa katanya semakin bertambah.

- Bisa karena sikap kita sebagai orangtua. Misalnya saat si kecil terjatuh atau terluka, kita bersikap berlebihan saat dia menangis.
- Bisa jadi karena si kecil memang anak yang peka dan sensitif. Kepribadian seperti pemalu, sikap ramah, sikap agresif, memang dibawa sejak lahir. Anak yang sensitif, juga bisa peka terhadap suara, cahaya dan sentuhan.
- Semua anak batita, menjalani hidupnya dengan tegang. Apalagi anak yang peka dan sangat sensitif ? Misalnya ketika dia terjatuh, tidak berusaha untuk berdiri, tapi semakin tenggelam dengan tangisannya.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan?
1. Jangan malah menertawakan ketika si kecil kesakitan dan tertawa
2. Berikan pengertian dan empati pada anak. Bangunlah rasa percaya dirinya. Jadi dukung selalu prestasi dan sikapnya yang baik. Bukan mendukung tangisannya. Menangis tidak perlu dihukum atau diberi hadiah.
3. Bantulah anak untuk mengganti tangisannya dengan kata-kata. Ajari anak untuk mengekspresikan perasannya lewat kata-kata. Anak yang peka, akan mudah menangkap kecemasan, kemarahan dan emosi kita.
4. Kritiklah anak hanya jika sangat perlu. Jangan mengkritik usahanya yang baik, bahkan jika hasil usahanya tidak sempurna. Misalnya air minumnya berceceran, jangan marah. Namun mintalah bantuannya untuk membersihkan ceceran air tersebut.
5. Ajari anak disiplin dengan cara yang ringan dan menyenangkan. Jangan mengatakan dia anak yang "cengeng". Karena label ini akan bertahan selama bertahun-tahun.

Ingatlah Bunda/ Ayah, setiap tangisan anak itu ada maknanya. Jangan sekali-kali beranggapan tangisan anak kosong makna. Berikan respon pada setiap tangisannya. Paling tidak, dengan menghampirinya. bukan saja demi kepercayaan dirinya. Tapi juga demi kemungkinan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

(Buku: Memahami si Buah Hati)

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More